Most Expensive and Scariest Marlboro So Far

Saya sebetulnya kagum dengan cara pemerintah Singapura dalam membangun public awareness mengenai bahaya rokok. Benar-benar mengerikan! Hahaha.. Maksudnya tidak setengah-setengah.

Saat saya traveling ke luar negeri, saya biasanya mencari oleh-oleh yang mudah didapat, mudah dibawa, dan sebisa mungkin harganya murah. Nah, karena saya punya teman-teman yang adalah perokok aktif, saya kadang memilih untuk membeli rokok 1 slop. Mudah karena isinya banyak (jadi bisa dibagiin satu-satu), dan bisalah dibuat souvenir kalau batangannya sudah habis. Kok gitu?

Ya iyalah! Karena rokok lokal itu sudah pasti nggak ada di Indonesia. Seperti waktu saya pergi ke Vietnam, saya beli 2 slop rokok (dgn merk berbeda tentunya!). Di bungkus rokok Vinataba itu, selain ada brand made in vietnam, stempel pajaknya juga dalam tulisan vietnam. Jadi, bisa juga buat pajangan, biar dibilang pernah pergi ke Vietnam.

Nah, itu juga yang terjadi waktu saya traveling ke Singapura. Cuma bedanya, harga rokok di Singapura itu kelewat mahal. Kalau di Vietnam, seingat saya dengan modal 200ribu, saya sudah bisa bawa 2 slop rokok dan bikin diam teman-teman saya yang perokok aktif. Hehehe..

Tapi bukan masalah oleh-olehnya sih yang saya pengen cerita. Sesuai judul diatas, saya tertarik dengan cara pemerintah Singapura dalam menyadarkan warganya bahaya rokok (sekalipun masih banyak juga warga Singapura yang jalan-jalan di Orchard Road sambil ngisap rokok!).

Tahun 2006, saat saya transit dari India di Changi Airport, saya membeli 1 slop rokok merk Virginia di Toko Bebas Bea. Waktu itu, notifikasi di bungkus rokok masih dalam bentuk tulisan, sama seperti yang di Indonesia. Cuma, bedanya adalah notifikasi di Indonesia masih dengan kalimat yang formal dan halus. Sementara di bungkus rokok Singapura, tulisannya provokatif banget dengan banyak variasi tulisan. Saya bisa menemukan tulisan “SMOKING KILLS” segede goblok di bagian depan dan belakang bungkus rokok. Itupun sudah bikin teman-teman saya mikir, jangan-jangan didalam rokoknya diselipin racun yang bisa membunuh saat itu juga. Ahahahaha..

Selang 3 tahun saya kembali ke negara itu, saya cukup terkejut. Waktu saya mampir ke toko Seven Eleven didekat hotel, saya lihat seluruh bungkus rokok itu sudah tidak hanya tulisan, tapi juga foto! Hahaha.. Mending kalau fotonya cuma foto orang terbaring sakit. Ini fotonya bisa bikin kita merem! Gimana nggak? Lah wong fotonya gambar janin rusak, bagian tubuh kena kanker, gigi dan gusi rusak, dsb!

Serem, neeekkk !

Lalu yang bikin makin ga enak adalah foto-foto tersebut ketempel dibagian tutup bungkus rokok, depan dan belakang! Bwahahaha.. Ya, mau gak mau memang bikin mual sih!

Saya membeli sebungkus marlboro karena penasaran (sekaligus rada sakau juga pengen ngerokok). Dan, yak! Sodara-sodara, foto itu memang di print dan gak bisa dibuang! Kalau mau nggak terlihat, ya harus robek penutupnya. Nggak mungkin juga kan buang tutup bungkusnya! Hohohoho..

Saya salut dengan cara pintar pemerintah dan nggak tunduk sama negosiasi produsen yang takut kehilangan pasar akibat ngeri melihat foto-foto itu. Tadinya, saya mau beli juga satu slop buat teman-teman. Tapiiiiii.. Harganya bo! Satu bungkus sekitar 12 Sing Dollar! Artinya, 1 bungkus rokok setara dengan Rp. 70.000 perak! Alamak! Mahalnyaaaa…

Kalau sudah begini, itu rokok malah jadi souvenir buat saya sendiri, deh. Jarang-jarang juga punya rokok “mahal” dan “mengerikan” kayak gitu. Hahahaha..

Kalau kampanye model begitu diterapkan di Indonesia, kira-kira mungkin nggak ya ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: