Online Gold Trading : Bisnis Betulan Atau Tipuan ?
22 Dec 2011 2 Comments
in I Say, New Discovery
Jadi beberapa waktu lalu, kebetulan saya diberikan modal oleh orang tua untuk ikutan bermain di online trading, khususnya komoditas gold alias emas. Awalnya, sempat ragu-ragu juga karena begitu banyaknya cerita-cerita negatif mengenai perusahaan berjangka yang kerjanya hanya menipu konsumen dengan sengaja melenyapkan uang mereka pada saat trading. Tapi kemudian, karena ayah saya bilang dicoba saja dulu dengan nominal yang sedikit dan kalau misalnya merasa tidak nyaman bisa quit kapan saja, maka saya pikir, kenapa nggak dicoba saja ?
Nah, setelah tanda tangan sana sini, ini itu, dsb dengan perusahaan yang bersangkutan, serta bertemu langsung dengan si broker, saya mulai bermain sendiri komoditas ini sejak minggu lalu. Ketika pertama kali bermain, yah lumayan saya bisa dapat keuntungan dari point yang saya pasang. Hingga seminggu ini saya terjun langsung, profit dan loss sudah saya lalui. Tapi saya tidak mau menyerah begitu saja. Kalau loss, prinsip saya adalah saya harus bisa kembalikan ke modal awal, untuk kemudian cari profit lagi. Begitulah manajemen dagang yang saya lakukan.
Akhir-akhir ini, kondisi ekonomi dan politik dunia sedang tidak stabil. Salah satu isu yang saya dengar selama masa perkuliahan Intelijen, adalah adanya krisis keuangan Eropa yang berpengaruh ke harga emas itu sendiri. Sebelum bermain gold trading ini, barangkali analisa-analisa ekonomi itu tidak terlalu menarik perhatian saya. Namun ternyata, ketika terjun langsung sebagai pedagang/investor, seluruh perkembangan ekonomi dan politik dunia itu betul2 berpengaruh terhadap pelaku pasar dan harga komoditas emas itu sendiri. Apalagi, emas dianggap sebagai “save hafen” atau alat hedging, yang umumnya digunakan untuk mempertahankan aset.
Terlepas dari permasalahan-permasalahan ekonomi yang ada, saya sendiri juga merasakan suka duka dalam memprediksi pasar melalui online gold trading. Kadangkala, saya juga merasa cemas atau takut bahwa saran-saran yang diberikan oleh broker saya, sengaja dibuat untuk membuat saya loss banyak, seperti yang seringkali diceritakan dalam berbagai forum-forum. Namun, sejak awal bermain pun, saya sudah mengantisipasi hal-hal ini dengan memeriksa apakah metatrader yang diberikan benar2 realtime atau bodong (beberapa kasus orang yang tertipu, sengaja diberikan metatrader bodong), saya tidak memperkenankan broker saya untuk bermain atas nama akun saya, saya sendiri terjun langsung dalam mencari berita perkembangan terakhir menganai situasi ekonomi dan politik dunia.
Nah, dengan demikian, selama saya melakukan trading ini, saya tidak merasa terbeban atau merasa dibohongi oleh siapa-siapa oleh karena saya lah yang memutuskan untuk ambil posisi dimana dan likuidasi pada level berapa. Bukan broker saya. Mereka tugasnya hanya memberikan saran kepada saya, dan sayalah yang menjalakan semua prosedur perdagangannya.
Kalau saya perhatikan, banyak sekali investor-investor yang berani melakukan online trading ini tidak berpikir panjang mengenai strategi perdagangan. Banyak barangkali yang menyangka bahwa online trading ini semacam judi. Hanya faktor luck dan insting yang bermain. Padahal sama sekali tidak. Setelah saya cermati, dibutuhkan kesiapan mental, pengetahuan ekonomi, kemampuan analisa, dan strategi yang matang dalam melakukan trading ini.
Misalnya saja saya. Sebelum saya memutuskan untuk ikut, saya banyak sekali diwanti-wanti oleh orang mengenai penipuan-penipuan itu. Maka dari itu, untuk menghindarinya saya mencari banyak-banyak data mengenai perusahaan tempat saya percayakan dana saya. Apakah tercatat di Bapeppti atau tidak, sejak kapan ia berjalan, brokernya siapa saja, dsb. Kalau merasa tidak yakin, ya jangan ikut. So far, saya masih yakin dengan perusahaan ini, maka saya putuskan ikut.
Kemudian, sejak awal saya berprinsip bahwa online trading itu sama seperti toko. Saya yang memiliki toko, sehingga harus saya yang menjual barang-barang di toko saya, dan bukan orang lain. Fungsi dari orang lain hanya sampai memberikan saran. Tapi kendali keputusan, ada di tangan saya. Masa saya yang punya usaha, tapi orang lain yang jalankan ? Kan lucu. Kerja keras oleh diri sendiri adalah hal yang paling logis. Bukan dengan menunggu orang lain yang mencetak keuntungan untuk kita.
Punya toko dan berjualan sesuatu, tentu tidak mungkin asal-asalan. Sebagai seorang usahwan yang baik, kita harus kenal barang dagang kita. Kita harus tau karakteristiknya seperti apa, siapa yang akan membeli, saat ini harga sedang naik atau turun, dsb. Semua itu dalam perdagangan komoditas dapat dianalisa melalui analisa teknikal dan analisa fundamental. Maka, jangan malas untuk banyak cari tau perkembangan terakhir. Berdagangan bukan berjudi. Kalau kita punya data yang akurat, ya mudah-mudahan itu semua akan menghasilkan.
Saya sendiri sejak bergabung dengan online trading, berusaha menambah pengetahuan dan memahami online trading ini melalui buku yang saya beli di Gramedia, forum-forum forex dan derivatifnya, banyak berdiskusi dengan saudara saya yang orang bank, membaca berita pada situs-situs komoditi emas dunia yang relevan, dsb. Jadi ketika kita ambil posisi, kita sudah tau kenapa kita ambil posisi itu.
Memang trend pasar dunia tidak bisa ditebak. Apalagi kita hanya memantaunya melalui chart-chart yang bergerak naik turun. Tidak sekali saja terjadi loss. Saya sempat dalam seminggu ini delapan kali profit, dua kali loss. Nah, ketika loss terjadi, saya tidak mau putus asa. Saya berpikir, pasti ada yang salah dengan analisa saya, atau sesuatu tiba2 terjadi pada ekonomi dan politik dunia di jam tersebut. Oleh karena itu, kita juga harus paham strategi apa yang bisa digunakan apabila terjadi pembalikan arah pasar, untuk meminimalisir loss. Yah, namanya juga dagang. Pasti ada masa untung dan rugi. Begitu juga di online trading. Sekarang lebih kepada perkara bagaimana kita bisa me-manage itu semua.
Kemudian hal sepele tapi penting adalah kita harus sesering mungkin melihat perkembangan chart. Jangan sampai kehilangan momen. Loss saya sebetulnya banyak terjadi akibat dari kehilangan momen tersebut. Ketika ada waktu yang tepat untuk likuidasi, saya malah sedang berada di luar, tidak bawa laptop, sehingga tidak bisa likuidasi. Jadi, perlengkapilah diri kita dengan komputer kecil (netbook atau tablet) yang bisa kita install metatrader kita, plus dengan koneksi internet, dan bawalah kemana-mana. Jadi kapanpun kita lihat ada momen yang baik untuk likuidasi posisi, bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja.
Terakhir dan yang utama adalah manajemen mental. Saya selalu setuju untuk melihat keuntungan sebagai hasil yang kita dapatkan karena kerja keras kita. Jangan serakah dalam menentukan keuntungan. Ada banyak momentum yang bisa digunakan, sehingga keuntungan kecil tapi sering menjadi lebih penting ketimbang banyak tapi besoknya loss lebih banyak akibat rakus. Selain itu, kalau kita sejak awal memutuskan terlibat sendiri, tentunya kita akan lebih legowo dalam bermain. Sadar bahwa semua yang kita lakukan, kitalah yang putuskan bukan orang lain.
Jadi, begitu deh cerita saya mengenai si trading-tradingan ini. Saya masih dalam tahap belajar juga untuk lebih mendalami. Semoga dalam bulan-bulan kedepan ada banyak strategi baik yang bisa saya dapatkan dalam proses belajar ini. Kesimpulan saya sih, perdagangan ini harus diperlakukan sama dengan bisnis kita yang lain. Kenali, pelajari dan lakukan sendiri.