At The Beginning..

Phew!

Akhirnya, setelah sekian lama berpikir untuk punya sebuah “blog”, baru sekarang kesampaian. Bukan karena ikut-ikutan teman yang sudah duluan punya blog, tapi karena lebih merasa butuh untuk memiliki wadah menulis yang lebih dari sekedar “Ms. Words”, “Friendster Comment”, atau “Field Trip Report”. Hahaha.. Maka, setelah beberapa jam kembali ke rumah, pada dini hari yang tidak terlalu sunyi (bahkan cenderung berisik dengan suara motor lalu lalang!), saya mulai membuka sebuah BLOG !

Yah, “Selamat Datang” saya ucapkan pada diri saya sendiri.. Semoga langgeng dan semakin banyak kreativitas tertuang disini..

Karena bingung untuk awalan mau nulis apa, well, saya putuskan untuk meracau sekenanya. Dan mengingat-ingat apa yang sudah terjadi pada 24 jam kebelakang tadi.

Hari ini, saya bertemu kembali dengan teman-teman se”pernongkrongan” saya sejak di kampus. Janjian dadakan (yang anehnya selalu bisa!) gara-gara teknologi bernama “Messenger”!. Kebetulan weekend, tidak terlalu ada yang dikerjakan, dan sudah lama juga sepertinya tidak bergosip dengan mereka (padahal baru sebulan!), maka jadilah saya sepulang kantor bermacet-macet ria menuju cafe Au Lait di daerah Cikini yang berdasarkan janji dan promosi salah satu teman saya, “akan ada live music-nya, Ma! Jazz lagi!”. Hmm.. terbayang juga bisa menikmati live music, sambil ngopi (atau nyoklat karena saya nggak suka kopi!) lalu bergunjing sana sini dengan teman-teman. Ohya, harap dicatat bahwa ke-empat teman saya yang dimaksud berjenis kelamin pria! Teman-teman nongkrong yang asik sejak kuliah dan berlanjut hingga sekarang.

Setibanya disana, well, mereka semua sudah pada datang. Kami ngobrol ngalor ngidul. Dari mulai ngobrolin kondisi negara dan masyarakat (sok politik banget!) sampai ngobrolin teman yang lain. Seru juga sih. Nggak kebayang sebelumnya waktu di kampus dulu kalau anak-anak (baca: kami!) akan cukup senang membahas masalah sosial dan politik. Dulu semasa masih menimba ilmu di Ilmu Politik Universitas Indonesia, boro-boro ngomongin politik, ngomongin tugas aja udah bikin mpet! Nah, baru sekarang sepertinya sadar kalau dulu kuliah di Ilmu Politik. Menarik juga sih. Saya bisa melihat teman-teman saya yang masing-masing sudah punya pekerjaan sendiri-sendiri dan mendengarkan berbagai sudut pandangnya tentang negara dan masyarakat. Mungkin kedepannya kami akan membuka partai. (Partai PD Jaya, barangkali ? Hehehehe…)

Satu jam…Satu jam setengah.. setelah ngobrol ngalor ngidul, musik yang ditunggu tak kunjung ada. Sampai saya harus meyakinkan diri saya bahwa teman saya yang promosi itu tidak salah kafe! Karena nggak tahan nahan lapar (yah, inilah dia kelemahan saya.. tahan banting sih iya..tahan lapar yang gak bisa!), akhirnya kita semua sepakat cari tempat makan yang murah meriah porsi banyak. Kalau makan di kafe yang bersangkutan, hmmm… bisa jebol kantong kita semua. Tanggal tua. Lagian, janjiannya tadi juga kesitu cuma buat NGOPI dan DENGER LIVE MUSIC. Urusan makan, tetep di emperan. Hahahaha..

Meluncurlah kita semua ke Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih yang enak dan terkenal itu. Selama ini, walaupun sudah bangkotan tinggal di Jakarta, tapi saya makan nasi goreng nan terkenal ini di cabangnya saja! Oh tidak! Memalukan! Makanya, waktu ditawarin cari tempat makan, saya langsung ingat saya harus coba makan di tempat aslinya. Mungkin akan berbeda. Setidaknya suasananya kalau tidak masakannya.

Saya memesan nasi goreng kambing dan teh botol. Banu, teman saya yang sama kelaparannya dengan saya, memesan nasi goreng kambing (“gajihnya yang banyak, ya Bang!”, gitu katanya), satu porsi sate kambing (untuk dirinya sendiri),  dan teh botol. Tiga teman lainnya cukup ngeroyokin satu porsi sate kambing. Dan disitulah kami berada. Sambil menikmati makanan, melihat mobil yang lalu lalang, mendengarkan para pengamen menyanyikan berbagai lagu top 40, kami terus bercerita. Sampai hampir tengah malam.

Saya selalu senang berkumpul dengan teman-teman. Mendengarkan cerita mereka diselingi bercandaannya, tidak hanya membuat saya relaks setelah seharian bekerja, tetapi juga menambah pengetahuan baru. Apapun itu. Saya kadang suka berpikir, apa rasanya ya kalau hidup tanpa memiliki teman yang mau meluangkan waktu untuk kita ? berbagi, tertawa bersama dan kadang menangis bersama ?

Saya pulang menyusuri jalan kota Jakarta di malam hari sambil mengingat berbagai pembicaraan ringan bersama dengan teman-teman saya itu. Besok, pasti saya akan menemukan hal-hal baru. Dan untuk melengkapinya, saya menutup hari dengan membuat rumah bagi tulisan dan pengalaman saya.

Saya sudah tidak sabar menanti apa yang akan terjadi selanjutnya dan merekamnya dengan ribuan kata-kata.

Sampai besok!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: