Andai Gue…. *Ngayal Mode On*

Hahahahaha…

Aduh! Mau mulai nulisnya aja pake awalan senyum-senyum sendiri! Huh! Emang nggak jelas banget gue..

Gue sekarang lagi di Bellagio Boutique Mall. Tepatnya di Tomodachi Cafe. Sendirian bersama dengan Mac G4, dan segelas bir dingin. Pulang kantor dan berharap dengan nongkrong sendirian seperti ini lebih banyak mendapat hal-hal menarik lainnya. Yah, barangkali bisa untuk refreshing.

Setelah dipikir-pikir, sudah agak lama juga gue duduk di cafe ini. Dari yang memang niatnya buka email kantor, chatting, sampai akhirnya bosan dan memasang iPod di telinga, mendengarkan musik Latin yang kayaknya seru juga untuk membuat semangat lagi. Dan disinilah intinya. Saat gue jadi autis (karena telinga gue disumbat sama earphone iPod dan Fanny Lu sedang sibuk nyanyiin lagu spanyol buat gue!), pikiran gue melayang kemana-mana.

Bo! Gue ngayaaaall !! Ya ampun!! Saat si Fanny Lu sedang jerit-jerit heboh nyanyiin lagu “No Te Pido Flores” diiringi musik salsa yang asik, kok bisa-bisanya gue membayangkan bahwa gue yang sedang berada di atas panggung (tepatnya di pantai sih, waktu sunset!), ditemani dengan kelompok musik latin yang ngiringin gue nanyi, dan disitulah gue. Menghibur siapa saja yang ada disitu! Aduh! Padahal kalau benerannya, gue pasti kabur !!

Lo pernah nggak sih kayak gitu ? Pasti pernah donk! Ngayal itu paling gampang dan mengasyikkan. Lo tinggal setting aja sesuka lo. Mau jadi istri Pangeran William dari Kerajaan Inggris atau jadi pendekar silat Cina. Semua gampang dibikin. Modalnya tinggal lo cari tempat yang PW, siapin bahan, dan mulailah berkhayal. Gampang dan nggak perlu keluar duit. Hehehehe.. Ya, ujung-ujungnya paling lo disangka gila karena senyum-senyum sendiri!

Tapi ternyata menghayal itu merupakan bagian dari relaksasi ketegangan urat syaraf setelah seharian bejibaku dengan berbagai rutinitas. Apalagi kalau tipe kerjaannya model deadliners yang lo harus dikejar-kejar sama bos lo, baik benda mati atau benda hidup. Jadi, nggak akan aneh, ketika gue nongkrong setelah jam kantor bersama teman-teman gue, mereka suka bilang, “Haaaahh..seandainyaaaa…”…

Buat sebagian orang, menghayal malah jadi modal untuk menunjukkan jalan hidupnya. Kalau ini memang akhirnya dibutuhkan kekuatan mental untuk bisa mewujudkan. Banyak juga cerita-cerita yang suka gue baca, awalnya mereka cuma modal menghayal menjadi si anu, atau jadi si ini. Lama-lama, karena tingkat menghayalnya sudah keterlaluan, dan sadar bahwa harus mewujudkannya, ya mereka melakukan berbagai usaha. Ya, kecuali yang memang punya penyakit menghayal dan akhirnya malah jadi nggak bisa memisahkan antara realita dan khayalan.

Lalu, gue inget banget waktu masih kecil, khayalan gue bejibun! Yah, maklumlah. Namanya juga anak-anak. Hehehehe.. Dari mulai jadi pramugari, sampai jadi itu tadi, pendekar kung fu! Hihihihi.. Sebagian malah gue pernah iseng-iseng coba. Kayak jadi pendekar kung fu gila ini, gue sampe bela-belain dulu ikutan Wushu! Tapi gagal karena guenya males. Hehehehehe..

Dengan pekerjaan gue sekarang ini, juga dulu menjadi bagian dari khayalan gue. Dimana gue berandai-andai bekerja untuk masyarakat, ketemu sama masyarakat, dan sok idealis membela kepentingan mereka. Dan boom! Ternyata dari 1001 khayalan gue, khayalan jadi si pekerja sosial ini yang malah jadi. Hihihihi.. Kalau dulu gue nggak punya khayalan, mungkin sekarang gue sedang kebingugan mau jadi apa.

Diantara obrolan gue dan teman-teman, gue kadang suka bertanya tentang apa khayalan mereka jaman dulu (dan sekarang, kalau mereka memang tukang ngayal!). Ternyata menarik cerita-cerita khayalannya. Gue belum nemu yang ekstrim banget sih. Tapi seenggaknya itu jadi inspirasi buat mereka juga bekerja. Pada saat itulah gue sadar tentang kekuatan khayalan dalam membentuk impian masa kecil, masa remaja, dewasa, hingga akhirnya, melalui seleksi alam, terwujud dalam bentuk nyata.

Jadi, kalau sekarang, seperti saat ini, gue nongkrong di cafe, melihat wajah-wajah pengunjung cafe satu persatu, lalu menangkap beberapa dari mereka sedang menyendiri dan menerawang, barangkali mereka sedang menyusun langkah mereka dalam bentuk khayalan-khayalan. Siapa tau, suatu saat nanti, salah satu dari mereka bisa menggantikan Britney Spears di panggung hiburan dunia. Hahahaha.. Nah, kan! Gue mulai ngayal lagiiiii….

1 Comment (+add yours?)

  1. 140201
    Jul 08, 2008 @ 16:40:35

    SEBUAH CELOTEH DARI FORT MALBOROUGH…
    hari ini aku duduk di atas tembok yang dibangun pada 100 tahun yang lalu…menghayal?bisa iya, bisa juga tidak..coba tersadar apakah ini sebuah scene baru dalam skenario film yang masih aku perankan? karena SANG SUTRADARA tidak pernah melakukan rehearsal atas scene-scene baru..ploting plot yang ada sering membuat aku bingung…beda kali ya dengan khayalan yang ada sama dirimu…ya ini sebuah proses penyegaran otak aja kali…mencoba membawa roh dalam diri kita menuju dunia lain.. dan mungkin lebih indah jika berada dalam dunia itu…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: