Gue dan Kamera Analog vs Digital

Asiiikkk… ! Jadi sekarang punya kesempatan mengenali hobi lain yang selama ini terpendam dalam diri gue. Fotografi. Ha! Akhirnya gue mulai juga ngulik-ngulik kamera foto beserta turunannya itu. Hm, sayangnya, mungkin gue rada telat menyadarinya kali ya. Soalnya ketika gue tiba-tiba sedang mood-moodnya nyari gambar, kelihatannya semua orang sekarang JUGA sedang memegang kamera SLR-nya masing-masing, jepret sana jepret sini, lalu upload di berbagai media yang mereka punya. Oh, no! Eh, tapi sisi positifnya sih, gue bisa dapat ilmu banyak dari sharing sesama penyuka fotografi! Itu kayaknya lebih bagus daripada harus keluar duit untuk sengaja ngambil kursus kamera..Hehehehe..

Setelah lebih dalam lagi mencari pengalaman fotografi, ternyata gue semakin sadar, fotografi itu seperti melukis. Hanya saja, bukan kita yang menggerakkan tangan kita untuk menggambarkan setiap detail dari apa yang kita lihat. Tapi kamera. Cuma, itu semua juga tergantung dari bagaimana kita bisa mengatur settingannya agar gambar-gambar yang terekam menjadi indah. Setidaknya itu yang gue dapat dari hasil diskusi dan pengamatan selama ini.

Kamera SLR pertama gue adalah Canon EOS yang gue lupa serinya berapa. Ini kamera Analog. Pertama kali gue dapat kamera ini dari bokap gue (yang mana juga merupakan hadiah dari temannya, dan karena kameranya gede, bokap gue gak ngerti cara makenya!). Ini terjadi sekitar tahun 2000-an. Waktu itu, kamera D-SLR sepertinya baru-baru menjamur dan harganya selangit. Well, luckly, gue masih nggak terlalu peduli dengan Digital dan Analog. Yang penting bukan kamera pocket, ya sudah, gue jajal.

Main dengan kamera SLR Analog ternyata butuh ketekunan dan biaya yang nggak recehan. Tingkat kesulitannya juga jauh dibandingkan digital yang kalau sekali jepret sudah bisa melihat hasilnya dari layar LCD. Blur atau tajam. Terang atau gelap. Sementara Analog ? Hmmm.. Kamu baru akan menerima kenyataan setelah 1-2 hari! Itupun hampir pingsan melhat hasilnya! Hihihihihi.. (fokusnya gak tepat lah, cahayanya under atau over lah, angle-nya kurang oke, lah.. dan lah lah lah yang lain!)

Itu pula merupakan masa dimana gue jor-jor-an nyisihin uang jajan untuk beli berbagai macam film, yang harganya pada jaman itu udah bikin kantong jebol! (Kalau disini, mana sempet mikirin lensa! Mikirin harga filmnya saja sudah bikin gue garuk-garuk kepala!). Untuk kamera SLR ini, gue bisa dibilang cukup royal. Kalau kamera pocket dikasih film merk Fuji 24/36 asa 200 atau 400 aja gue udah diem, kalau yang si Analog ini, nggak bo! Gue cari info kira-kira film model apa sih yang aneh tapi kualitas gambarnya bagus. Orang bilang coba black and white, coba slide film, coba expired film, dsb. Merek juga menentukan kemana duit gue berlabuh. Maka, nggak heran sekali gue borong film bisa ratusan ribu habisnya.

Tapi gue nggak pernah nyesel. Walaupun dari 36 shots paling cuma 10-12 yang beres, tapi gue puas dengan apa yang gue kerjain. Satu foto yang gue inget paling gue suka adalah ketika gue ambil foto nyokap gue di Belanda, dan gue ngambil fotonya diantara bunga tulip. Posisinya miring 30 derajat, dan nyokap gue lagi senderan di pohon. Hwah! Pas gue lihat hasil akhirnya, warnanya tajam dan cantik (saking senengnya gue gedein tuh foto!). Itu gue ambil dengan slide film, jadi bahkan lihat di postivenya aja gue sudah senyum-senyum sendiri ! Hehehehehe..

Walaupun gue bukan fotografer dan asalnya cuma iseng doank jeprat-jepret dan coba sana-sini, gue cukup picky dalam milih film. Untuk B&W, gue selalu pake Ilford. Jaman itu harganya bisa sampe Rp.60.000,-an lebih. Kalau sudah selesai foto, pas minta filmnya di proses, kadang suka gue minta dikasih warna biar jadi sephia. Lalu untuk slide, gue pilih Kodak karena warnanya menurut gue nggak menipu. Tapi kalau budget sedang tiris, B&W,slide, atau expired film itu juga nggak harus fanatik satu brand. Bisa apa saja disesuaikan dengan celengan. Hehehehe..

Baiklah. Delapan tahun sesudahnya.

Gue masih dengan SLR. Tapi kali ini, AKHIRNYA gue punya juga D-SLR. Setelah sekian lama menabung, perang dan terjebak dalam dilema merk kamera, sampai akhirnya bingung menyesuaikan dengan bugdet, hm, cinta kedua gue, gue berikan kepada NIKON D40x! Ha! Setelah sekian tahun menjadi Canoners, saya berkhianat! Gue beralih jadi Nikoners, walau kadang tetap Canoners.. (Halah! Apaan sih ?!).

Pemicu dari segala era-digital dalam hidup fotografi gue adalah kamera pocket mungil bernama Olympus FE-180, yang sudah sering gue bawa kemana-mana, membantu gue mengabadikan moment, melalui tahap olah digital, dan melihat hasilnya yang memuaskan. Lalu, ketika gue membawa si nona kecil ini dalam tur malam hari di Kota Tua Jakarta yang hasilnya ‘Oh My God! Kok noise-nya tinggi banget sih ?!’. Sejak saat itu, gue tahu untuk merekam moment yang sesuai dengan apa yang gue bayangin, harus menggunakan kamera yang barangkali lebih kompatibel. D-SLR.

Sudah dua bulan ini si D40x jalan-jalan bareng sama gue. Dari mulai dalam kota, luar kota, sampai luar negeri. Semua medan sudah dia jalani. Well, setidaknya untuk kondisi ekstrim panas dan berdebu seperti di Porong atau dingin dan berembun seperti di Kaliandra, Prigen kemarin. So far, gue suka dengan kamera ini. Beberapa kali gue ambil foto, tone warna yang gue bayangkan, keluar persis pada sekali capture. Dan maka dari itulah gue sering sekali iseng ambil foto darimana-mana. Biasanya random dan nggak gue tentuin apakah itu human interest, landscape, architecture.. Apapun! Karena gue pengen lukisan moment itu, bisa berhenti, dan kembali gue lihat pada waktu-waktu lain. Kalau untuk hemat-hematan juga, relatif sih pada akhirnya. Karena harga lensanya itu yang nggak main-main. Hehehehe..

Jadi, sekarang gue sedang senang motret. Dan juga sedang senang berdiskusi dengan teman-teman gue lainnya sesama tukang motret yang nggak pelit ilmu. Hasil dari apa yang gue kerjakan, gue upload dan gue manage dalam satu artblog dengan ID : http://asyma268.deviantart.com.

Yah, Kamera..kamera… (sambil geleng-geleng kepala!)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: