Jalan-Jalan Ke Es Krim Ragusa

Pagi-pagi sampai di kantor, seperti biasa saya sedang mengumpulkan mood untuk melihat kerjaan apa hari ini yang harus diselesaikan. Biasanya ini akan berhasil ketika sampai di meja, menyalakan komputer, mengeluarkan iPod, sign in sana sini, dan mulai mengetik sambil mendengarkan musik. Tapi kadang juga harus menggunakan cara lain. Maka hari ini, yang saya lakukan adalah dengan mengingat kejadian apa pada hari kemarin yang membuat saya senang. Jawabannya adalah : MAKAN ES KRIM!

Kemarin sepulang kantor, niatan saya adalah mengajak teman-teman perempuan di kantor untuk nongkrong dimana saja. Pilihan umum sih biasanya nggak jauh-jauh dari coffee shop. Tapi salah satu teman saya melontarkan idenya untuk makan es krim. Saya pikir, saya sudah lama juga tidak menyempatkan waktu untuk jalan bareng mereka, dan es krim sepertinya menyenangkan. Tanpa pikir panjang, saya langsung setuju. Dan tujuan ‘ngeskrim’ kita sore itu adalah Es Krim Ragusa di Jln. Vetera, Jakarta Pusat.

Ragusa selalu menjadi pilihan saya manakala saya ingin mencari jajanan ringan, sehat, tetapi terjangkau. Awalnya, saya tahu tentang keberadaan es krim yang sebenarnya cukup terkenal di Jakarta ini dari sebuah artikel kuliner di koran. Disebutkan disitu bahwa si Es Krim Ragusa ini merupakan es krim tertua di Jakarta karena sudah ada sejak zaman Hindia Belanda, alias tahun 1932 ! Hebat sekali mereka masih bisa bertahan hingga sekarang, dan tetap mempertahankan keaslian resep es krimnya.

Apa yang membedakan Ragusa dari es krim-es krim lainnya ? Sebagai es krim ala Italia, es krim ini punya rasa yang betul-betul segar. Hal ini karena sejak dulu, es krim ini tidak menggunakan bahan pengawet atau pengental apapun dan hanya terbuat dari susu, air, dan perasa lainnya. Rasa yang keluar dari es krim ini pun benar-benar asli, bukan dari bahan perasa buatan. Kalau makan es krim ini, harus cepat. Karena dalam waktu kurang dari 15-30 menit saja, dia sudah meleleh.

Banyak sekali menu es krim yang ditawarkan. Yang paling terkenal sih Tutti Frutti dan Casata Sicilliana yang warna es krimnya belang-belang putih, hijau, coklat dan dilapisi roti. Selain itu, yang unik, mereka juga punya Spaghetti Ice Cream yang bentuknya betul-betul seperti mi. TIdak hanya itu, mereka menyediakan jenis lain seperti rum raisin, vanilla, coklat, nougat, dsb. Semua dengan harga yang masih sangat terjangkau dan sebanding dengan rasanya.

Kemarin, saya memesan es krim Nougat. Es krim single scope ini, warnanya hijau dan ditaburi kacang tanah. Rasa kelapa yang bercampur dengan gurihnya kacang, bikin stress saya hilang pada hari itu. Sementara teman-teman saya lainnya memesan Casata Sicilliana dan Spaghetti Ice Cream. Untuk makanan, say tidak pernah melihat bahwa Ragusa juga menyediakan menu makanan. Tapi diluar restoran es krim ini ada beberapa pedagang makanan yang selalu mangkal dan dapat kita pesan untuk makan ditempat. Dua pilihan jajanan yang pasti adalah Asinan & Mi Juhi serta Satai Ayam! Itu sudah pasti! Rasanya pun enak, dan harganya nggak lebih dari Rp. 10.000,- / porsi. Jadi, lumayan juga, makan es krim ditemani asinan atau satai ayam.

Selain Ragusa, sebenarnya es krim lainnya yang saya rekomendasikan adalah Es Krim Baltic. Ini juga sama dengan es krim Ragusa, sama-sama es krim yang umurnya uzur. Tapi Baltic ini lebih mudaan sedikit dari Ragusa, karena berdiri tahun 1939. Dari segi rasa, saya sebenarnya lebih suka Es Krim Baltic karena lebih ‘nendang’. Rasa dari setiap es krimnya lebih ‘keras’ dibanding Ragusa yang barangkali terlalu lembut, jadi rada ‘sayup-sayup’. Kalau Ragusa punya restoran yang nyaman dengan cukup banyak bangku-bangku, maka Es Krim Baltic yang letaknya di Jln. Kramat Raya, Jakarta Pusat tidak terlalu besar. Dulu, tempatnya memang besar. Namun setelah makin lama terkikis akibat pelebaran jalan, ya hanya sisanya saja. Tapi yah, ada masih ruang juga untuk makan ditempat. Saya lebih memilih untuk take away. Dulu,  ibu saya suka beli borongan. Beli es batangannya, satu kotak besar dengan tujuan untuk stok camilan 1 bulan. Nyatanya, kurang dari 1 minggu pasti sudah saya habiskan! Hehehehe..

Hm, kelihatannya ini sudah cukup panjang bercerita sana sini tentang es krim. Saya jadi lapar sekarang! Hehehehe.. Tapi jalan-jalan kemarin ke Ragusa bersama dengan teman-teman memang menyenangkan. Walaupun topiknya sebenarnya ‘aneh’ (udah nongkrong pulang kantor, tetap aja yang dibahas masalah kantor!), nggak akan berasa apa-apa kalau ngobrolnya sambil jilatin es krim! Besok jalan-jalannya kemana lagi ya ?

1 Comment (+add yours?)

  1. ramaputra
    May 18, 2009 @ 03:20:20

    beberapa waktu lalu saya jg ke resto es krim ragusa,bisa lihat di http://ramaputra.wordpress.com/2009/05/15/ice-cream-ragusa/

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: