Sebuah Lompatan Jauh Kedepan

Dalam terminologi sosial-politik, “Lompatan Jauh Kedepan” juga dikenal sebagai The Great Leap Forward, sebuah istilah yang mengacu pada salah satu program kerja pembangunan Cina yang dicetuskan oleh Mao Zedong pada masa kepemimpinannya dan dilaksanakan antara tahun 1958-1960. Disebut sebagai lompatan jauh kedepan, karena pada masa itu terjadi perubahan yang luar biasa dalam model pembangunan ekonomi yang dijalankan di Cina untuk mendorong kesejahteraan rakyatnya. Sebuah negara agraris dengan basis masyarakat petani, dialihkan seketika itu juga mengikuti model pembangunan Uni Sovyet yang berbasis teknologi dan industri. Era ini disebut sebagai langkah awal usaha memodernkan Cina Komunis yang pada masa itu dilanda krisis dan kemunduran akibat sistem ekonomi, sosial, dan politiknya.

Saya tidak akan berbicara secara spesifik mengenai isu politis ini, apalagi secara khusus membahas mengenai pembangunan Cina. Saya hanya meminjam terminologinya sebagai sebuah refleksi akan proses kehidupan itu sendiri. Dan menarik bagi saya, karena sebagaimana bentuk ‘lompatan’ yang dilakukan oleh Cina, ia dengan beraninya mengambil langkah besar. Mengalihkan sistem produksi ekonomi agraris menjadi industrialis. Langkah ekstrim yang tentunya harus dibarengi pula oleh dasar-dasar yang kuat untuk mendukung dan mensukseskan program ini. Satu yang saya sadari mengenai hal ini adalah, sang kreator berani mengambil satu langkah awal, sekalipun pada perkembangannya ia sendiri tidak meyakini apakah program ini akan berhasil atau tidak. Cukup satu langkah kedepan untuk memulainya.

Ada begitu banyak hal yang mengelilingi hidup kita. Saya tidak perlu menyebutkan ataupun merincinya satu per satu, karena tentunya setiap orang memiliki cerita berbeda-beda. Ditengah banyak hal tersebut, seringkali kita dituntut untuk membuat satu langkah kecil, maju kedepan. Tetapi sayangnya, rasa khawatir dan takut untuk mencoba justru menyurutkan langkah kita. Hingga pada suatu masa,kita diperhadapkan dengan suatu keadaan yang menjadi puncak segala-galanya. Disitulah kita berani mengambil satu langkah kecil itu untuk menjadikannya sebagai sebuah lompatan jauh kedepan untuk kita. Siap atau tidak siap.

Belakangan, saya merasakan hal serupa. Entah apa yang terjadi dalam diri saya. Tapi saya rasakan hidup saya semakin penuh dengan kejutan-kejutan yang tidak terduga. Kadang kejutan itu diiringi dengan tawa, kadang diiringi dengan tangis. Bahkan mungkin trauma-trauma kecil. Untuk hal yang satu ini, barangkali saya harus diruwat! Buang sial, begitu kata orang Jawa dan orang tua zaman dulu. Yah, namun, apapun itu, nyatanya kejutan-kejutan itu membawa dampak besar bagi saya. Dampak yang semakin mendorong saya mengambil langkah kecil untuk sebuah lompatan besar dikedepannya.  

Saya tidak pernah membayangkan bahwa saya akan mengalami beberapa rasa kehilangan dan sakit hati yang cukup menghantam saya. Beruntung saya berada di tengah teman-teman baik yang memberikan dukungan penuh kepada diri saya, sehingga segala sesuatunya menjadi tidak terlalu berat untuk saya jalani. Tetapi, itu semua merubah saya. “Elu sedang naik kelas, Ma!”, begitu kata teman saya setelah selama beberapa hari menjadi tong curhat tak berkesudahan.

Saya barangkali adalah orang yang senang melakukan analisa terhadap berbagai hal. Analisa-analisa yang berputar diotak saya kemudian saya cerna, pikirkan secara mendalam, dan dari situ saya coba membentuk fondasi bagi diri saya untuk siap melangkah. Namun, seringkali hal ini malah berujung pada kekhawatiran atau ketakutan untuk menghadapinya. Terutama jika hal tersebut akan menyebabkan saya menghadapi sesuatu yang sangat berat secara mental dikedepannya. Analisa-analisa itu menjadi semacam perlindungan tubuh dan jiwa bagi saya, sehingga saya tidak perlu merasakan sakit dikemudian hari. Tapi saya sadari kemudian, saya justru melewatkan berbagai hal yang saya yakini dan saya inginkan oleh karena rasa takut dan khawatir tersebut.

Hantaman demi hantaman saya lalui dengan berusaha tegak berdiri. Rasa sakit yang seakan menjadi salah satu sahabat saya kemudian membuat saya tersadar, saya terdampar dalam suatu kondisi kekosongan yang luar biasa. Ya, saya berada pada titik nol dalam diri saya. Titik nol dimana saya tidak tahu siapa saya, bagaimana saya, apa yang sebetulnya ingin saya raih, dsb, dsb. Pada perkembangannya, mati rasa yang saya rasakan ini berubah menjadi suatu pertanyaan : apa itu rasa takut ? bagaimana rasa takut itu sebenarnya ? mengapa saya harus takut dengan rasa takut itu ?

Masa lalu membawa saya pada satu titik kecil. Satu langkah kecil untuk bisa siap dan kuat menghadapi segalanya. Setidaknya itu yang saya rasakan sekarang. Ternyata memang tidak mudah bagi manusia untuk berani menentukan lompatan jauhnya masing-masing. Belenggu-belenggu yang mengikat mereka untuk melangkah, kadang membuat lompatan jauh itu menjadi begitu sulitnya terjadi. Harus ada pemicu, kalau tidak mau dikatakan nekad.

Yah, sekarang, saya sedang duduk sendirian di coffee shop seusai jam kantor, sebagaimana kebiasaan saya, saat saya membutuhkan ketenangan dalam berpikir dan melihat kembali jauh kedalam diri saya. Saya mencoba mengkonfirmasi apa yang saya rasakan ini. Betulkah saya siap untuk mengalahkan rasa takut itu ? Ataukah saya hanya terjebak dalam emosi sesaat saja ? Jawaban yang saya temukan hanya merupakan pengulangan pertanyaan :  apa itu rasa takut ? bagaimana rasa takut itu sebenarnya ? mengapa saya harus takut dengan rasa takut itu ?

Setelah ini, keadaan barangkali berubah untuk diri saya dan orang-orang di sekeliling saya. Apapun itu, namun, satu langkah kecil bagi dirimu, ternyata bisa menjadi sebuah lompatan besar buat saya. Dan sebagaimana yang terjadi dalam berbagai fase kehidupan setiap orang, hadapi itu semua tanpa pernah merasa takut dengan apa yang akan terjadi kedepannya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: