Tulalit

Nyebelin banget nggak sih kalau kita diperhadapkan dengan situasi kayak gini ? Kita ngomong A, orang nangkepnya B, hasilnya,eh, malah jadi C! Tapi sekalipun menyebalkan, kadang ada lucunya juga. Jadi bisa menduga level pembicaraan seseorang seperti apa. Selama saya di Vietnam, banyak sekali kejadian lucu yang persis menggambarkan ke-“tulalit”-an itu. Language barrier, kata orang. Yang artinya adalah kendala bahasa. Sebagai turis, yang umum kita gunakan adalah bahasa Inggris sebagai bahasa internasional untuk berkomunikasi. Namun kadang, ya itu tadi, ngomong A, nangkepnya B, jadinya C.

Sebagai salah satu kota wisata yang dikembangkan untuk menerima turis internasional, seharusnya para pelaku pariwisata di Nha Trang juga dibekali pelatihan khusus untuk memahami bahasa Inggris. Tapi tidak demikian pada kenyataannya. Hari pertama saya tiba di The Light Hotel, saya mencoba untuk menanyakan akses internet wireless yang mereka miliki.

Saya :   (Di telepon) “Hello, I’d like to ask how can i connect to the internet here ?”

Reception : “Connection ? Ah, wait. I’ll send someone to your room, miss..”

Saya  : Thank you..

Nggak lama kemudian, seorang staff hotel datang ke kamar saya.

Staff Hotel : “You ask for connection, miss ?”

Saya : “Yes..”

Staff Hotel : “Ah, you just press 9, and then 0, and country code, and your local country number…”

Saya : …….

Dikiranya saya mau nelpon ke luar negeri!

Lalu pada sebuah acara makan malam di sebuah restoran yang mengaku “served international and viatnamese cuisine”, Melinda, peserta dari Filipina yang duduk di sebelah saya, ingin memsan Coca-Cola.Lalu dia memanggil pelayan restoran dan bilang :

Melinda : “I want to order 1 Coke, please..”

Pelayan : “1 Coke ? Ok. Ice or no ice ?”

Melinda : “No ice, thank you..”

Dan sepuluh menit kemudian, pelayannya datang dengan 1 BUTIR KELAPA, lengkap dengan sedotan dan payung-payungannya! Ahahahahahaha.. Coke-o-nut! Dikira pelayannya, Melinda mau pesan kelapa sebiji ! Terang saja Melinda lalu misuh-misuh dan memesan kembali minumannya, yang setelah mendengar saran saya, mengganti kata “Coke” menjadi “Coca-Cola”, supaya jangan sampai pohon kelapa yang kali ini dibawa pelayannya ke meja!

Di lain waktu, saya sedang menulis beberapa hal di laptop saya, dan ingin sekali merokok karena sudah penat dengan seharian meeting. Hotel ini sebetulnya bisa membantu membelikannya. Saya menelpon room service, dan minta tolong dibelikan satu bungkus Marlboro Light Menthol.  Itu saja. Dan mereka sudah bilang,”oke, oke, miss. Wait i’ll bring itu for you..”. Setengah jam lewat, pesanan saya datang. Ketika buka pintu kamar, yang saya dapatkan adalah “1 bungkus Marlboro Lights putih, dan 2 gelas orange juice. Dengan es! Hahahahaha..ha!

Siapa juga yang mesan orange juice dengan es ?? Dan rokoknya pun salah lagi. Yah mungkin pelayannya tidak menangkap apa yang saya maksud. Akhirnya saya harus menjelaskan ulang dan minta dia mengucapkan didepan saya. “Marrlllbbooorrrooo…Llllliiigggghhhtttsss..Mennnnttthhhoooolll..”, begitu. Lalu, saya bilang, “Green one ya.. Green color..”. Pelayan bilang, “ah, ok. Green..green.. yes.. green..”. Minuman saya minta kembalikan ke dapur, dan diapun pergi. Setengah jam kemudian, dia datang dengan Marlboro…..MERAH ! Huahahahaha.. Dengan tampang sudah hampir ketakutan, saya bilang, “never mind, i’ll buy by myself. You take it, and its the money.”. Walaupun gondok, akhirnya saya turun kebawah, membeli sendiri apa yang saya butuhkan. 1 jam hanya untuk urusan beli-beli rokok.

Kalau sedang dalam kondisi santai sih tidak apa-apa kadang berhadapan dengan situasi begini. Tapi kalau sedang buru-buru, saat saya harus sesegera mungkin packing karena tiba-tiba harus mengejar pesawat lebih awal ke Saigon, saya bertanya kepada reception apakah mereka punya box untuk menaruh barang-barang tambahan saya.

Saya : “Hi, do you have any box ?”

Reception : “Box ?”

Saya : “Yes..Box.. Small Box..”

Reception : “Ah, wait a second, i’ll check..”

Saya : (menunggu di telepon dengan harap-harap cemas)

Reception : “Ah, miss..He’s not coming today…”

Saya : …….

Dia mendengarnya Boss, bukan Box. Oh Tuhan!

Jadi dalam seminggu ini, saya sudah berkali-kali ketempuhan “tulalit” karena language barrier ini. Yah, mungkin memang karena berbeda bahasa dan tidak terlalu paham apa maksud saya dengan bahasa Inggris. Tapi… kok rasanya nggak cuma karena kondisi itu aja, ya.

Suatu hari ditelepon untuk mengecek pesanan tempat makan malam disebuah kafe di Kemang.

Saya : “Mbak, saya mau ngecek bookingan dinner, donk..”

Mbak : “Oh, bisa, atas nama siapa ya, Mbak ?”

Saya : “Asyma. Alpha Sierra Yank…”

Mbak : “Alphanya pake F apa pake V, ya mbak ?”

Hehehe.. Plakkk!  *tampar muka sendiri mode on*

1 Comment (+add yours?)

  1. Rindu br Batubara
    Jul 08, 2009 @ 02:39:40

    ahahahah..

    kacaaauuuuuuuuuuuuuu :p

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: