Back to The City of Banjir : Jakarta

Akhirnya saya pulang juga ke Jakarta, salah satu kota dengan seribu masalah di dunia! Hahaha.. Setelah seminggu berada di negeri orang, sekarang saya duduk dengan manisnya di The Pancake Parlour, Kemang, menunggu pesanan caramel pancake saya datang. Ah, nikmatnya!

Saya tidak tahu mengapa kepulangan saya ke Jakarta ini begitu “luar biasa”. Padahal bukan sekali ini saja saya berkelana ke negara-negara tetangga. Selama sembilan tahun terakhir, saya sudah mengunjungi Singapura, Malaysia, Australia, Inggris, Belgia, Belanda, Perancis, Italia, Jerman, Swiss, Amerika, Cina, Jepang, Thailand, Kamboja, dan terakhir ini, Vietnam. Baru setelah seminggu di Vietnam ini saya uring-uringan, ingin segera pulang ke Jakarta.

Travelling memang bukan hal baru buat saya. Setelah saya bergabung di lembaga donor internasional, agenda traveling saya bahkan bertambah, terutama perjalanan domestic untuk melakukan project assessment atau monitoring and evaluation. Hampir setiap bulan, ada saja tempat baru yang saya kunjungi. Dari mulai kota besar yang saat dengan hiburan untuk turis seperti Bali, hingga ke pedalaman desa di Nusa Tenggara Timur. Dan harus saya akui, daerah-daerah yang saya kunjungi ini selalu punya cerita baru nan unik.

Entah apa yang terjadi dengan perjalanan saya kemarin. Tetapi barangkali ada beberapa hal yang membuat saya rindu akan ke-orisinal-an Indonesia. Kata orang, jika sedang berada di tempat asing, cobalah hal-hal asli setempat. Termasuk makanan. Ini juga terjadi selama saya di Vietnam. Makanan Vietnam menjadi menu sehari-hari, yang pada awalnya bisa saya terima dan nikmati, namun lama kelamaan jadi eneg sendiri, sehingga tidak jarang saya mencari restoran asing, yang bisa mentralisir lidah saya.

Saya masih ingat saat makan siang selama meeting di Nha Trang, menu yang disajikan selalu sama. Cumi rebus sayuran, daging sapi masak sayuran, kari babi, sayur masak bawang putih, kari ikan. Hanya gaya makanannya saja yang terkadang di rubah. Itupun, kadang. Hingga suatu saat, saya menemukan semangkuk sayuran. Saya tidak tahu apa namanya karena dalam bahasa Vietnam. Yang membuatnya tampak “menjijikkan”adalah kuahnya yang kental dan seperti liur! Rasanya memang enak, tetapi saya jadi membayangkan bahwa sayuran itu seperti dicampur liur yang masaknya. Hahahah.. Pada sesi makan siang hari berikutnya, saya sudah siap dengan roti isi yang saya beli dipinggir jalan!

Belum lagi dengan kendala bahasa. Ahahaha.. Cerita sebelumnya saya sudah menjelaskan momen-momen tulalit yang saya hadapi di sana. Lucu sih dan saya memang harus maklum karena mereka bukan masyarakat penutur bahasa Inggris. Tapi kalau tulalitnya sudah keterlaluan walaupun dijelaskan dengan menggunakan contoh! Saya dan Joy pernah nyasar ketika mencari Central Market gara-gara yang ditanya sebetulnya berusaha menjelaskan tapi tidak tau apa yang dijelaskan. Hihihi..

Jadi, setelah sehari mendaratkan pantat di Jakarta (walaupun kecewa karena keinginan pijat dan creambath batal gara-gara salonnya tutup Lebaranan Haji!), saya kalap makan berbagai macam makanan Indonesia. Hari ini saya sudah menyelesaikan misi pertama saya, makan nasi uduk, ayam Mbok Berek, dan otak-otak. Besok, saya masih mau lanjutkan misi ini dengan makan gulai otak dan paru goreng Padang! Hahahaha.. Indahnya hidup ini.

Hhh..sepertinya untuk saat ini memang benar, “Daripada hujan emas di negeri orang, lebih baik kebanjiran di negeri sendiri”!

1 Comment (+add yours?)

  1. ren
    Dec 08, 2008 @ 16:12:35

    Kira2 di Vietopia Cikini ada ga ya sayur air liur itu.
    Ntar kalo ada, mau ga nemenin makan? Hehehehhe, kayaknya enak.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: