Gadget Freak !

Semakin saya tua, saya perhatikan kok ya perkembangan teknologi di dunia ini semakin menggila ya ? Dari mulai hal printilan seperti bolpen sampai hal yang besar, seperti televisi. Tadi siang, saya baru saja melihat di berita bahwa sudah akan dipasarkan televisi yang memiliki efek 3 dimensi. Sekalipun nontonnya tetep harus pake kacamata, tapi sekarang 3 dimensinya beneran 3 dimensi. Bukan bohong-bohongan seperti jaman dulu waktu saya SD. Saya masih ingat jaman dulu itu, kalau langganan majalan Bobo suka dapet kacamata 3 dimensi yang terbuat dari kertas. Walaupun saya tetap saja tidak tahu bedanya apa menonton film kartun 3 dimensi sebelum atau sesudah memakai kacamata versi ekonomis itu, tetap saja saya gaya-gayaan memakainya. Dan sekarang, belasan tahun setelah era tersebut, nggak cuma kacamatanya saja yang diperbaharui, tapi juga tv-nya ! Edan!

Yang bikin saya pusing hidup di jaman sekarang, setiap beberapa bulan sekali selalu saja ada perkembangan terbaru dari benda-benda elektronik yang saya pegang. Katakanlah penyimpan data portable seperti flash disk atau external disk. Dalam kurun waktu kurang dari setahun, besaran kapasitasnya bisa beberapa kali meningkat. Jaman dulu, pegang flash disk yang kapasitasnya 512 mb saja sudah seperti “wah”, dengan harga yang mahal pula. Lah sekarang ? flash disk sudah ada yang belasan gigabyte! Jadi, kadang-kadang suka rugi bandar deh kalau keburu-buru beli. Karena dalam waktu beberapa bulan saja, duit yang kita keluarkan untuk membeli barang itu, sudah sama dengan harga barang dengan kapasitas berlipat-lipat lebih besar dari yang kita punya. Kalau sudah seperti itu, mendingan saya tutup mata saja. Pura-pura nggak tahu, walaupun hati miris juga.😀

Nah, di Indonesia sejak dua tahun lalu, sedang heboh-hebohnya handphone QWERTY. Ya, kalau sudah sering jalan-jalan ke toko hp atau baca koran, pasti tau biang kerok dari trend hp yang nggak ada habisnya ini. Ya, apalagi kalau bukan Blackberry, satu-satunya buah yang nggak bisa dimakan dan bisa nyetrum kalau digigit! :p Sejak Blackberry masuk ke Indonesia dan harganya diturunkan dari harga dewa jadi harga manusia, semua produsen dan distributor hp berlomba-lomba mengeluarkan produk andalannya, dengan jaminan berkeypad QWERTY dan bisa chatting. Ya, berhubung katanya orang Indonesia itu doyan ngobrol tapi kantongnya cekak, maka lakulah para hp qwerty (dan pastinya, karena fasilitas facebook dan chattingnya!).

Buat saya sendiri, teknologi lebih kepada yang bisa mendukung keseharian saya. Karena saya bekerja, jadi sejak awal mula saya sudah memilih hp ala “QWERTY”. Tapi bukan Blackberry, melainkan PDA. Tugas saya lebih banyak juga ke lapangan dan merekam pembicaraan selama pertemuan dengan mitra, sehingga PDA memudahkan saya untuk mencatat semua pembicaraan tersebut dan menyimpannya agar tidak tercecer. Dalam kondisi darurat, notulensi itu bisa langsung saya kirimkan dengan fasilitas email. Ya, intinya, memudahkan. Bukan cuma buat gaya! Dan kalau sekarang saya juga beralih ke Blackberry, karena lebih mudah digunakan dan rasa-rasanya lebih murah berlangganan BIS dibandingkan tersambung ke jaringan internet melalui koneksi GPRS PDA/hp.

Cuma yang menarik buat saya adalah fenomena “yang penting gaya” ditengah penduduk-penduduk kota besar di Indonesia ini. Dimana-mana sekarang saya lebih sering melihat iklan yang terpampang di billboard segede bagong dengan pilihan kalau tidak “fasilitas chatting dan facebook” dari provider telepon seluler, ya produk hp QWERTY berbagai merk. Yang gilanya lagi, terkadang saya menemukan seseorang yang berkombinasi hp seperti : 1 Blackberry, 1 PDA, 1 GSM konvensional, dan 1 CDMA. Buset, deh! Udah kayak toko hp berjalan aja.

Beberapa waktu lalu, saya pergi ke ITC Kuningan, berniat membetulkan hp saya. Sampai tiba-tiba, saya melihat seorang Mas-Mas yang dengan gayanya menenteng 2 buah PDA model terbaru dan, saya yakin juga belum lama dibeli. Ketika saya sedang menunggu hp saya selesai dikerjakan, tiba-tiba si Mas-Mas ini dengan polosnya bertanya pada saya sembari menyodorkan salah satu PDA ciamiknya itu : “Mbak, Mbak, sorry.. mau nanya.. Ini gimana nyalainnya ya ?”
Dooohhh.. situ oke ? Yuk, mari deh !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: