Between Sex and The City and Sex Scandal

Judul yang aneh. Hehehe. Tapi memang faktanya memang  sedang trend di mingg-minggu ini. Yang satu film layar lebar buatan Hollywood yang sukses setelah pemutaran serial di TV dan layar lebar pertamanya.  Sementara satunya, adalah video amatir buatan “Indonesiawood” yang isinya benar-benar menggemparkan tidak hanya warga Indonesia tapi juga sampai ke masyarakat dunia. Oh, boy !

Saya bukan pengagum berat Carrie Bradshow atau penggemar Sex and The City. Tapi serial itu sejak diluncurkan pada awal millenium ini memang jadi hits. Tentunya sebelum masa film Desprate Housewives dan Ugly Betty. Jadi ceritanya adalah tentang empat orang perempuan-perempuan single yang bersahabat di New York. Mereka datang dari berbagai latar belakang, profesi, dan prinsip hidup. Pusat dari ceritanya memang si Carrie Bradshaw yang diperankan dengan sangat baik oleh Sarah Jessica Parker. Dan dari tulisan-tulisannya inilah cerita Sex and The City berkembang.

Dari segi judul mungkin memang agak vulgar. Padahal cerita aslinya, lebih mengetengahkan kehidupan perempuan-perempuan single di New York dengan karir yang cemerlang. Carrie sendiri adalah seorang kolumnis dan mendasarkan tulisan-tulisannya pada pengalamannya sehari-hari, terutama dalam hal mencari cinta. Sementara sahabat-sahabatnya yang lain, Miranda, Charlotte, dan Samantha memberikan bumbu-bumbu seru dalam tulisan Carrie. Misalnya saja Charlotte yang adalah perempuan konservatif, selalu memiliki pandangan yang cenderung “kuno” dalam hal percintaan dan bagaimana seharusnya suatu hubungan antara wanita dan pria.

Sementara Samantha, yang adalah seorang PR sukses adalah kebalikan dari Charlotte yang lebih mencintai dirinya dan memilih menikmati hidup dengan menjadi single. Seluruh dinamika kehidupa para lajang ini didokumentasikan dengan baik sebagai bagian dari cerita Carrie diluar dari pendapatnya mengenai kehidupan yang ia jalani.

Secara keseluruhan, cerita Sex and The City akan sangat menghibur mata para penonton. Bukan dalam konotasi porno, lho. Tapi karena sepanjang pemutarannya di TV hingga ke layar lebar, film ini sangat banyak memperlihatkan gaya hidup hura-hura ala New Yorker.  Mengisi waktu dengan makan bersama di cafe, menghabiskan malam panjang di club-club populer, hingga deretan fashion dari merk terkenal yang menghiasi scene demi scene. Carrie sendiri, si pemeran utama dalam serial ini, adalah penggemar berat sepatu merk Manolo Blahnik, sepatu yang harganya bisa memberi makan satu kecamatan selama sebulan. Hahahaha…

Sarah Jessica Parker sebagai pemeran Carrie Bradshaw melejit namanya gara-gara berhasil membawakan karakter penulis fashionable dalam serial ini. Kesuksesannya ini membuat dirinya dikenal pula sebagai artis Hollywood yang memiliki selera fashion bagus dan mahal, hingga saat ini. Tidak hanya Parker, partner kerjanya yang lain seperti Christin Davis, Kim Catrall dan Chyntia Nixon pun memiliki predikat demikian. Parker dan teman-temannya kerap dijadikan trendsetter gaya Hollywood.

Selama menonton film “Sex and The City 2”, saya sangat menikmati pemandangan berbagai busana yang mereka kenakan. Sekalipun kadang tidak masuk akal, seperti busana ala Cinderella merk Christian Dior saat Carrie berbelanja ke Pasar di Abu Dhabi, namun akting dan image yang kuat dari Parker tetap dapat membuat saya mengikuti scene demi scene film ini. Yes ! Fashion Show ala Sex and The City berhasil dengan baik walau untuk jalan cerita terhitung biasa saja. Pulang menonton, saya berhasil berangan-angan memiliki persahabatan sedemikian rupa dengan 2 orang sahabat wanita saya dan bisa travelling kemana-mana dengan mereka menggunakan baju-baju keren. Hahahaha..

Lain Hollywood, lain pula Jakarta. Tepat saat saya menonton film “Sex and the City 2”, Jakarta, Indonesia bahkan negara luar sedang geger dengan skandal video panas dari artis papan atas yang dua diantaranya terkenal memiliki reputasi cukup baik, dan muncul di berbagai billboard sebagai brand ambassador produk ternama buatan luar negeri.

Bagi sebagian orang, gosip skandal yang memenuhi seluruh headline media cetak dan elektronik, sudah cukup membuat mereka muak. Well, berhubung saya baru kembali lagi ke bumi setelah 3 tahun bekerja di Lembaga Donor dan praktis sulit mengupdate berita TV siang hari, gosip ini menarik perhatian saya dan memantau perkembangannya dari waktu ke waktu.

Jadi, konon beritanya, video panas itu adalah video amatir yang dibuat oleh Ariel bersama artis-artis wanita papan atas Indonesia. Dua yang terkena sial adalah Luna Maya dan Cut Tari. Video yang mengetengahkan adegan intim mereka bersama Ariel yang direkam secara terpisah dan waktu yang berbeda, memenuhi traffic internet. Bahkan menarik perhatian seorang pemain film panas asal Amerika, Vicky Vette untuk berkomentar !

Dari sekian banyak skandal-skandal video panas yang terjadi di tanah air ini, sepertinya baru video ini yang mampu menembus perhatian dunia hingga Amerika, Cina dan Australia. Dalam update-update beberapa hari terakhir, berita skandal ini dimuat The Strait Times, News Channel Asia, http://www.tom.com (China) hingga Filipina. Record yang luar biasa dari sebuah skandal artis hingga dilansir berita luar negeri !

Lama-kelamaan melihat berita mereka di TV, saya jadi merasa kasihan dengan artis-artis tersebut. Buat saya pribadi apa yang mereka lakukan menjadi hak privasi mereka. Dan saya yakin video-video itu dibuat memang hanya untuk koleksi pribadi, tidak untuk disebarluaskan. Tapi sial bagi si pemilik external disk, media yang seharusnya disimpan dengan baik itu, hilang dicuri orang. Akibatnya, video-video tersebut tersebar dengan mudahnya melalui media internet.

Dampaknya, ya seperti yang terjadi saat ini. Kalau Sarah Jessica Parker dan teman-temannya malah semakin melejit dan dikagumi orang karena perannya dalam film Sex and The City, artis-artis papan atas Indonesia tersebut justru langsung nyungsep ke tanah ! Kontrak kerja sebagai brand ambassador dan host sejumlah acara dihentikan dalam waktu kurang dari 1 minggu !

Jadi kata “Sex” bagi beberapa orang ada yang mendatangkan keuntungan, namun ada yang mendatangkan kesialan luar biasa. Tergantung penggunaannya dan wilayah tempat ia diekspos.

Anyway, saya menulis ini hanya sekedar bercerita saja. Karena saya melihat dua titik ekstrim pada kata “Sex” dalam satu pekan ini !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: