Dear, Little Precious

Dear Little Precious,

Akhirnya Bunda diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk merasakanmu dalam perut Bunda. Sudah lima bulan ini kamu berada dalam perut Bunda, Nak. Dan Bunda betul-betul merasakan kebahagiaan dengan kehadiranmu kini dalam hidup Bunda dan Papa.

Dear Little Precious,

Bunda tidak akan pernah melupakan saat-saat pertama kali kamu mengawali perjalanan untuk datang ke dunia ini. Kala itu, beberapa waktu setelah Bunda dan Papa menikah, Bunda begitu mengharapkan kehadiranmu secepat mungkin. Saking berharapnya, sampai Bunda sempat menangis ketika melakukan tes dengan testpack dan mengetahui hasilnya negatif. Lucu juga kalau mengingat waktu itu, Precious. Bunda sempat ketakutan bahwa Bunda tidak akan diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk memilikimu. Bunda menangis dalam hati dan meminta ampun jika selama ini Bunda memiliki dosa-dosa yang menghalangimu untuk dititipkan pada kami. Hingga beberapa minggu setelah Bunda mendapati testpack negatif itu, Bunda nekat melakukan tes lagi sekalipun Papamu melarang Bunda. Dan, betapa bahagianya Bunda, Nak. Dua strip yang Bunda nantikan itu, muncul dalam testpack Bunda! Ah, Tuhan! Suatu keajaiban dan berkat tiada tara yang Kau berikan untuk kami.

Dear Little Precious,

Bunda juga tidak akan pernah lupa bagaimana awal perjalanan mengandungmu di perut Bunda adalah sesuatu yang penuh perjuangan. Barangkali berbeda dengan sebagian besar teman-teman Bunda. Bagaimana tidak ? Dalam bulan-bulan pertama, Bunda tidak bisa apa-apa selain muntah dan muntah sepanjang waktu. Di awal, Bunda masih mampu bertahan dan memaksa makan apapun yang Bunda bisa, agar kamu tidak kelaparan. Tapi seiring bertambah waktu, frekuensi mual Bunda menjadi semakin hebat. Sehari Bunda bisa muntah lebih dari 15 kali. Makanan yang Bunda makan hanya bertahan tidak lebih dari 10 menit. Kala itu, Bunda begitu merasakan bagaimana perjuangan seorang Ibu dalam melindungi anaknya, sama seperti dulu nenekmu mengandung Bunda. Karena Bunda tidak kuat lagi ditambah dengan demam tinggi yang mungkin terjadi karena kekurangan cairan dan turunnya daya tahan tubuh, Bunda terpaksa masuk rumah sakit.

Dear Little Precious,

Bunda tidak akan pernah lupa bagaimana rasanya jarum-jarum itu menusuki tangan Bunda. Bunda tidak akan pernah lupa dosis obat yang dimasukkan dalam tubuh Bunda. Bunda tidak akan pernah lupa letih dan lemasnya Bunda kala itu. Bunda tidak akan pernah lupa. Dan Bunda tidak pernah menyesal menjalaninya. Itu semua Bunda lakukan untuk menyelamatkanmu. Bunda rela diapakan saja, asal kamu bisa selamat didalam sana, Nak. Sekalipun Bunda kadang merasa malu karena dianggap lemah dengan kehamilan Bunda, Bunda tidak peduli. Semua akan Bunda lakukan demi kamu. Suatu saat nanti, perjuangan Bunda akan tertebus dengan melihatmu lahir sehat dan tumbuh menjadi anak yang pintar.

Dear Little Precious,

Sudah lima bulan kamu bersama Bunda. Bunda sudah bisa merasakan gerakan halusmu dikala malam. Seringnya kita terjaga sama-sama ya, Nak. Bunda malah seringkali berpikiran lucu jika merasakan kamu begitu aktif didalam perut Bunda. Bunda suka membayangkan kamu yang sedang bermain-main sepatu roda, atau basket, atau petak umpet, atau dansa-dansa. Yah, bayangan konyol semacam itulah. Dan setiap kali Bunda memikirkan itu, Bunda pasti akan tersenyum sendiri. Bunda lalu akan dengan gemas memanggilmu “Genduuuttt.. gerak-gerak melulu!”. Kalau sudah begitu, Papa juga akan dengan semangat datang ke perut Bunda dan mengusap-usap kamu. Papa juga suka penasaran dengan gerakanmu. Dia seringkali menempelkan pipinya atau telinganya ke perut Bunda, berharap dapat merasakan gerakanmu atau menangkap suaramu. Entah dia bisa merasakan atau tidak, tapi setelah itu dia pasti mengelus-elusmu melalui perut Bunda.

Dear Little Precious,

Tumbuhlah jadi anak yang sehat di dalam perut Bunda. Tidak ada hal lain yang Bunda harapkan di dunia ini selain kesehatanmu, Nak. Maafkan Bunda yang kadang suka telat memberi kamu vitamin. Bunda janji tidak akan lalai lagi terhadapmu. Bunda akan makan apapun yang kamu perlukan untuk pertumbuhanmu di dalam sana. Bunda janji.

Dear Little Precious,

Bulan depan, untuk pertama kalinya kami akan melihatmu dalam citra 4 dimensi. Disana kamu akan di screening untuk dilihat bentuk utuhmu didalam perut Bunda. Bunda gugup, Nak menanti saat-saat itu. Bukannya Bunda tidak yakin akan kesehatanmu. Hanya saja Bunda tidak ingin ada sesuatu yang terjadi sama kamu. Kalau itu sampai terjadi, Bunda tidak akan pernah bisa memaafkan diri sendiri, selamanya. Tapi Bunda yakin kamu akan baik-baik saja. Kamu anak yang kuat, Nak. Sekalipun Bunda harus terbaring lemah dalam bulan-bulan kemarin, tapi kamu tidak pernah rewel. Dalam perjalanan 5 bulanmu bersama Bunda, tidak sekalipun kamu menunjukkan tanda-tanda yang fatal. Kamu bahkan bergerak aktif di usia 5 bulan ini. Dan Bunda bangga padamu, Nak. Bunda dan Papa selalu doakan yang terbaik untukmu.

Dear Little Precious,

Sehat-sehat di perut Bunda ya, Nak. Bunda dan Papa sangat sayang pada kamu. Tahun depan, saat ulang tahun Papa, Bunda, Kakek dan Nenekmu, kamu sudah ada di dunia ini. Bunda dan Papa tidak sabar menantikan kehadiranmu. Sehat-sehat dan kuat ya, Nak. Bunda dan Papa akan terus menjagamu.

Dari Yang Menyayangimu,

Bunda dan Papa.πŸ™‚

2 Comments (+add yours?)

  1. mbakdan
    Aug 28, 2011 @ 15:00:34

    semoga sehat selalu di dalam perut bunda hingga waktunya kamu melihat dunia, dan melihat betapa ‘cantik’nya bundamu, nakπŸ™‚ baik2 di sana, jaga bunda ya, jangan nakal2 di dalem perut bunda..πŸ™‚

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: