Karena Hilal Setitik, Rusak Opor Senegara!

Judul ini saya dapat dari tweet salah seorang pemilik akun setelah sejak selepas maghrib, hebohlah warga Indonesia akibat pengumuman Kementerian Agaman mengenai tanggal jatuhnya bulan Syawal alias Lebaran. Lucu sekali, karena setelah itu, Twitter kemudian dihiasi dengan ekspresi kekecewaan orang-orang tentang batalnya perayaan hari raya Idul Fithri, Selasa besok sebagaimana yang tercantum dalam kalender tahunan 2011. Menariknya, ekspresi kekecewaan itu berubah menjadi tweet olok-olok. Ada yang menyebutkan sudah kadung ke salon demi blow dan sasak rambut, menyiapkan kaftan ala Syahrini untuk dipakai kompakan lebaran dengan ibu-ibu satu RT, bahkan sampai tweet menjual ketupat dan opor ayam yang telah kadung dibuat daripada basi!

Lebaran kali ini memang menjadi Lebaran pertama saya di Jakarta. Biasanya, saya akan menghabiskan sepanjang waktu Lebaran dengan mudik ke kampung halaman ibu di Ciamis. Dan belakangan memang sudah berubah, sejak Ibu dan Ayah saya yang mulai malas bermacet-macetan di jalan. Jadilah sejak tahun lalu, tanggal Lebaran saya dan keluarga malah berlibur ke luar negeri. Nah, Lebaran kali ini memang beda. Saya tengah hamil muda, sehingga orang tua juga agak takut mengajak saya kemana-mana. Tapi, saya senang. Sebab saya tidak pernah benar-benar merasakan suasana Jakarta yang lengang.

Baiklah! Kembali ke topik yang saya ingin cerita. Lebaran kali ini juga menurut saya lucu karena dihiasi dengan kejadian hilal bin hilal ini. Padahal sejak pagi-pagi, BBM saya sudah riuh berbunyi dengan pesan Mohon Maaf Lahir dan Bathin. Belum lagi di linimasa Twitter saya, semua orang sempat membahas bahwa hari ini adalah puasa terakhir, bahwa bulan Ramadhan terasa begitu cepat, bahwa besok sudah Lebaran, dsb. Bahkan ada juga yang men-tweet kegiatan mereka dalam menyambut Lebaran besok, seperti memasak hidangan lebaran, ke salon untuk mempercantik diri, memborong kue-kue lebaran sebelum tokonya tutup, dsb. Hingga kemudian, terjadilah kehebohan itu!

Dimulai dengan pas sore, saya masih melihat suasana Jakarta yang begitu lengang dan sepi. Tumben, pikir saya. Padahal biasanya selepas maghrib, semua orang sudah siap-siap dengan konvoy Takbiran dengan gema Takbir yang berkumandang dimana-mana. Tapi ini sunyi. Mobil yang berlalu lalang pun hanya mobil-mobil pribadi. Usut punya usut, ternyata kata salah satu karyawan salon Ibu saya, pemerintah hingga waktu tadi belum memutuskan kapan tepatnya lebaran. Apakah Selasa besok atau Rabu. Dan kalau belum ditentukan, tidak ada yang berani melalukan takbiran. Wah! Tumben banget, ya. Sebab di tahun-tahun sebelumnya sepertinya sudah ada penentuan yang cepat.

Ketika saya menyimak berita di televisi mengenai Sidang Itsbat di Kementerian Agama, tampak semua peserta sidang pun sedang berkerut dahi. Tak tahu kapan bisa memutuskan. Konon, itu karena bulan yang dicari-cari masih belum tampak sejak sidang dimulai. Hal itulah yang membuat pemerintah tidak bisa sembarangan membuat keputusan hari raya Idul Fithri. Memang sih, ada sebagian kalangan yang sudah menentukan hari raya mereka. Seperti misalnya komunitas di Padang, lebaran sudah jatuh pada hari ini. Dan Muhammadiyah adalah esok hari. Tidak ada yang aneh sebetulnya, karena setiap tahun pun perayaan lebaran tidak pernah serentak antar komunitas Islam. Namun mungkin karena penentuan hilal ini berlangsung lama, sementara persiapan lebaranan sudah dilakukan sejak hari ini, maka itu yang kemudian bikin heboh.

Sampai mengikuti terus sidang tersebut hingga pukul 19.15 WIB dimana akhirnya pemerintah berhasil mencapai keputusan bahwa 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada hari Rabu! Darrr !! Dan hebohlah semua orang. Akibatnya ya seperti itu. Tweet-tweet dan status-status lucu yang saya baca di akun social media orang-orang. Well, beberapa saat setelah mengetahui kehebohan yang terjadi, pemerintah berusaha mengklarifikasi mengapa terjadi perbedaan antara keputusan pemerintah dengan kalender tahunan. Tapi, apa mau dikata. Semua orang sudah heboh! Dn tampaknya, tweet-tweet romantis bin galau yang menyebutkan bahwa hari ini adalah puasa terakhir, terpaksa menarik kembali ucapannya. Yang mengikuti anjuran pemerintah akan kembali sahur esok hari dengan, tentunya, hidangan Lebaran berupa Ketupat dan Opar Ayam!😀

Jadi, benar juga kata salah satu pemilik akun itu. Karena Hilal setitik, rusak opor senegara ! LOL !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: